Site icon yujieheatpress

Pohon Darah Naga: Flora Purba Ikonik dari Kepulauan Sokotra

Kepulauan Sokotra di Yaman dikenal sebagai salah satu tempat dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Dari berbagai flora unik yang hidup di pulau terpencil ini, Pohon Darah Naga (Dragon Blood Tree / Dracaena cinnabari) adalah yang paling ikonik dan legendaris.

Bentuk kanopinya yang menyerupai payung raksasa dan getah merah seperti darah menjadikan pohon ini simbol mistis dan biologis dari Sokotra.


Asal dan Habitat

Pohon Darah Naga merupakan flora endemik yang hanya ditemukan di Kepulauan Sokotra. Pohon ini tumbuh di:

Lingkungan ekstrem ini membuatnya berevolusi menjadi tanaman purba yang sangat unik dan tahan terhadap kekeringan.


Ciri Khas Pohon Darah Naga

☂️ Kanopi Berbentuk Payung

Daun-daunnya tumbuh mengelompok pada ujung cabang, membentuk payung alami yang membantu mengurangi penguapan air.

🩸 Getah Merah Seperti Darah

Getahnya yang berwarna merah menyala disebut “dragon’s blood resin”. Sejak zaman kuno digunakan sebagai:

🌱 Tanaman Purba yang Tahan Kering

Akar yang kuat serta batang yang kokoh memungkinkannya menyimpan air selama musim kering panjang.


Peran Ekologis

Pohon Darah Naga membantu menjaga kelembapan tanah serta menjadi tempat berlindung bagi:

Kanopinya menciptakan mikrohabitat yang penting bagi berbagai spesies lain.


Ancaman dan Status Konservasi

Saat ini, Pohon Darah Naga menghadapi ancaman serius seperti:

Banyak ahli konservasi memperkirakan jumlahnya terus menurun jika tidak dilakukan upaya pelestarian.


Upaya Pelestarian

Beberapa langkah yang telah dilakukan di Sokotra antara lain:


Kesimpulan

Pohon Darah Naga (Dragon Blood Tree) bukan hanya flora unik dari Yaman, tetapi juga simbol kehidupan purba yang bertahan di lingkungan ekstrem. Keindahan dan keunikan biologisnya menjadikannya salah satu tanaman paling menakjubkan di dunia. Pelestarian pohon ini sangat penting agar kekayaan alam Sokotra dapat dinikmati generasi mendatang.

Exit mobile version